AYAT BACAAN : AMSAL 18:1-8
Raja Israel, Salomo, tahu benar akibat buruk dari informasi yang sesat. Ia menulis, “Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati” (Ams. 18:8). Terkadang, watak kita sebagai manusia berdosa membuat kita ingin mempercayai hal-hal keliru mengenai orang lain. Sering kali mendengar hal-hal yang tidak baik tentang orang lain membuat kita lebih mudah ingin meyakininya, meskipun kita tidak tahu kebenaran-nya. Apa yang kita dengar/ lihat dan apa yang orang lain maksudkan melalui tindakannya, terkadang membuat kita salah mengerti apa yang menjadi maksud dan tujuan seseorang bertindak. Kita perlu mengendalikan diri dan berhikmat untuk menilai setiap tindakan orang ataupun hal-hal yang kita dengar tentang orang lain.
Namun, meskipun orang lain mempercayai hal-hal yang salah tentang diri kita, Allah masih dapat menggunakan kita demi kebaikan. Tujuan Allah bagi hidup kita masih berlaku, tidak peduli apa yang orang katakan atau pikirkan tentang diri kita.
Saat orang lain menggunjingkan kita, ingatlah bahwa yang terpenting adalah pandangan Allah dan kasih-Nya atas diri kita.
TUHAN YESUS MEMBERKATI


Tidak ada komentar: