TETESAN DARAH YESUS | Renungan Harian, Selasa 13-Juni-23



AYAT BACAAN : LUKAS 22:39-44

Bukit Zaitun (disebut demikian karena pohon-pohon zaitun yang memenuhi lerengnya) menjadi tempat Yesus berdoa pada malam ketika Dia menubuatkan pengkhianatan murid-Nya, Yudas. Hati Yesus begitu sedih dan menderita karena pengkhianatan itu akan berujung dengan penyaliban-Nya. Sewaktu Dia berdoa, “peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Luk. 22:44). Dalam taman itu, penderitaan Yesus sangat nyata terlihat di saat Dia menyiapkan diri untuk mengalami rasa sakit dan penghinaan karena terhukum mati di depan umum, dan kemudian menumpahkan darah-Nya pada hari Jumat Agung berabad-abad silam.

Yesus harus “menanggung banyak penderitaan dan ditolak” (Mrk. 8:31). Meski penderitaan adalah bagian dari kisah-Nya, hal itu tidak lagi mendominasi gambaran diri-Nya. Kemenangan Yesus atas kematian mengubahkan penderitaan kita, sehingga penderitaan itu hanya menjadi bagian dari pemandangan indah yang sedang dilukis-Nya dalam kehidupan kita.

Mari terus meresponi setiap tetesan darah Yesus di atas kayu salib untuk menebus setiap dosa-dosa kita dengan terus memuliakanNya melalui setiap hal yang kita kerjakan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
Sumber:Daily Bread
TETESAN DARAH YESUS | Renungan Harian, Selasa 13-Juni-23 TETESAN DARAH YESUS | Renungan Harian, Selasa 13-Juni-23 Reviewed by GEPEMBRI BATAM on Juni 13, 2023 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.