Tantangan untuk melayani seringkali dihadapi oleh orang-orang percaya. Pada malam sebelum Yesus mati untuk seluruh umat manusia, Yesus menyantap makan malam bersama sahabat-sahabat-Nya (Yoh. 13:1-2). Yesus sangat menyadari penderitaan dan kematian yang akan segera dihadapi-Nya, tetapi Dia kemudian berdiri, melilitkan kain lenan pada pinggang-Nya, lalu membasuh kaki murid-murid-Nya (ay. 3-5). “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu” (ay. 14).
Yesus, Hamba yang rendah hati dan teladan kita, peduli kepada manusia. Dia menyembuhkan orang buta dan sakit, mengajarkan kabar baik mengenai kerajaan-Nya, dan menyerahkan nyawa-Nya bagi sahabat-sahabat-Nya. Kristus mengasihi Kita; karena itu tanyakanlah kepada-Nya, siapa yang Dia ingin agar Kita layani?
Seringkali kita merasa pelayanan adalah hal yang terlalu jauh dan teralalu tinggi untuk kita lakukan. Namun, marilah melihat kepada teladan kita. Pelayanan tidak harus melalui hal-hal yang besar. Yesus melayani murid-muridNya dan membasuh kaki mereka.
Mari memulai pelayanan kita dari hal-hal yang smungkin selama ini tidak kita perhatikan. Tuhan tidak melihat dan menilai besar kecil sebuah pelayanan, Ia melihat hati kita.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Sumber:Daily Bread


Tidak ada komentar: