AYAT BACAAN : KEJADIAN 21:1-7
Tawa dapat muncul ketika kita melihat makhluk-makhluk ciptaan Allah, baik dari keunikannya (seperti platipus berparuh mirip bebek) maupun kejenakaannya (seperti berang-berang yang ceria). Allah menciptakan mamalia yang hidup di dalam laut dan burung-burung berkaki panjang yang tidak dapat terbang. Allah jelas memiliki selera humor; dan karena kita diciptakan menurut gambar-Nya, kita pun dapat menikmati kebahagiaan dari tawa.
Pertama kalinya kita melihat kata tawa dalam Alkitab adalah pada kisah Abraham dan Sara. Allah menjanjikan seorang anak bagi pasangan lansia ini: “Anak kandungmu . . . akan menjadi ahli warismu” (Kej. 15:4). Lalu, Allah berkata, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang . . . Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” (ay. 5).
Ketika Sara akhirnya melahirkan pada usia sembilan puluh tahun, Abraham menamai anak mereka Ishak, yang berarti “tertawa”. Sara pun berseru, “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku” (21:6). Sara kagum dapat merawat seorang anak pada usianya yang telah lanjut! Allah mengubah tawa Sara yang skeptis ketika mendengar dirinya akan memiliki anak (18:12) menjadi tawa lepas karena bahagia.
Mari bersyukur atas kebahagian yang Tuhan anugerahkan kepada kita melalui hal-hal yang mungkin sepele dan kecil menurut kita.
Terpujilah Allah atas anugerah berupa tawa!
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Sumber:Daily Bread


Tidak ada komentar: